“Seperti Paulus, Anda adalah Rasul Zaman Now”

Romo Antonius Dwi Haryanto didampingi Romo Garbito dan Ibu Caty dan karyawan grup Christour befoto bersama seusai perayaan Ekaristi untuk persiapan pemberangkatan rombongan ziarah

SANMARDEPOK.COM – Apakah di abad milenium atau Zaman Now ini ada rasul seperti dalam Kitab Suci, misalnya 12 rasul dan juga ada rasul Paulus, Rasul Yohanes, Markus dan lain-lain? Jawabannya adalah bahwa masih ada rasul-rasul.

Kalau masih ada rasul-rasul di zaman sekarang, peryanyaan berikut adalah siapakah siapa para rasul itu? Apabila Anda mengaku sebagai pengikut Yesus atau Kristus, maka Anda adalah rasul di zaman now.

Ah, masak iya. Benarkah demikian? Apakah saya layak atau pantas disebut rasul, apalagi pekerjaan saya sebagai ini atau hanya sebagai itu, tak pantaslah.

Romo Anton yang 25 Januari 2018 merayakan ulang tahun ke-54 meniup lilin seusai memimpin perayaan Ekaristis di GDC Depok.

Dalam kalender liturgi, hari ini, Kamis (25/1/2018), Gereja merayakan Pesta Bertobatnya St Paulus dan sekaligus penutupan Pekan Doa Sedunia. Sebuah perayaan Ekaristi digelar di rumah kediaman Ibu Maria Goretti atau dikenal dengan Ibu Caty, di Grand Depok City, Kamis (25/1/2018) 

Perayaan Ekaristi dengan ujud untuk para rombongan Christour yang akan berangkat ziarah 23 April 2018 itu dipimpin RD Antonius Dwi Haryanto, pastor Paroki St Ignatius Loyola, Semplak, Bogor. Dalam perayaan Ekaristi ini, juga didoakan keselamatan arwah Bapak Daud Sudiyono, ayah tercinta dari Romo Suyatno dan Romo Suradi.

Dalam homili singkatnya, Romo Anton mengatakan, kalau melihat latar belakang Paulus  yang tadinya bernama Saulus, siapa yang menyangka, dia menjadi dipakai Tuhan menjadi Rasul yang mewartakan keselamatan dari Yesus Kristus. Sebab, Paulus seperti bacaan Injil Mrk. 16:15-18, dia adalah seorang algojo yang telah dan siap membantai orang-orang pengikut Yesus.

Romo Anton berfoto bersama dengan rombongan yang akan berangkat ziarah, April 2018

Terakhir Paulus dan rombongannya menuju Kota Damsyik hendak membinasakan orang Kristen di sana, tetap apa yang terjadi? Di tengah jalan, Paulus menjadi buta tak dapat melihat setelah diadang sinar terang dari langit dan dari cahaya itu, ada suara bahwa Dialah Yesus yang dianiaya Paulus.

Lalu setelah diberi tahu untuk menjumpai Ananias di Kota Damsyik, Paulus dituntun teman seperjalanannya menemui Ananias, hingga bisa melihat lagi. Dan lebih penting lagi adalah Paulus menjadi pengikut Yesus dan kemudian dengan lantang dan berani hingga akhirnya mati disalib terbalik, karena mewartakan Injil Yesus.

 Nah, kalau sekarang Rasul Paulus dan para murid Yesus pun sudah tidak ada, lalu siapakah yang menjadi rasul lagi? “Kita semua, Anda dan saya adalah rasul-rasul masa kini, di zaman now untuk mewartakan kabar sukacita atau Injil kepada banyak orang,” kata Romo Anton yang pernah bertugas di Paroki St Markus Depok II Timur ini selama 8 tahun.

Apakah semua pengikut Yesus adalah rasul. Iya, kata Romo Anton, sebab setiap orang yang ikut dan percaya Yesus diutus untuk menyampaikan kabar sukacita kepada orang lain. Mungkin tidak perlu seperti Paulus dan para rasul atau para pastor, tetapi dengan profesi masing-masing, semua diutus mewartakan Injil.

Caranya bagaimana? Dengan hal-hal sederhana, dengan kata-kata, perbuatan atau tindakan yang baik dan benar. Itulah namanya merasul. 

Apakah sanggup? Kalau mengandalkan diri sendiri, pasti tidak mampu. Tetapi, kalau berserah pada Tuhan, pasti bisa. Pasti bisa melewati suka suka atau rintangan.

Para imam atau para pastor pun dalam menjalani panggilannya sebagai imam, banyak mengalami suka duka. banyak sukanya, tapi banyak juga dukanya. 

“Sudah tidak boleh kawin, difitnah lagi, digosipkan lagi. Pasti sakitlah, tapi pengalaman pribadi saya, semua yang sifat duka, dijadikan sukacita saja, jadinya enjoy, dan itu semua berkat dukungan dan doa banyak orang terutama umat yang saya layani, termasuk mereka ini yang mau berangkat ke Lourdes.

Romo Anton, dalam kesempatan ini juga mendapat kejutan dengan kue ulang tahun yang disiapkan Ibu Caty. Sebab, Romo Anton dan juga Romo Yono (FX Suyana) berulang tahun 25 Januari 2018 ini.

Romo Anton merayakan ulang tahun ke-54. Dia terharu tidak menyangka ulang tahunnya dirayakan dalam kesempatan ini. “Terima kasih Ibu Caty, kata Romo Anton.

Rekannya Romo Garbito, vikaris Paroki Rangkasbitung pun datang dan memberi ucapan selamat ulang tahun seusai perayaan Ekaristi.

Romo Anton juga akan memperingati ulang tahun tahbisan imamatnya ke-24 Juni 2018 ini. Selamat ulang tahun Romo Anton. Panjang umur, sehat selalu, dan tetap setia dengan panggilan imamnya hingga akhir. (Marcel Rombe Baan/Komsos)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*