Lektor, Pelayan Istimewa yang Jadi Lidah Tuhan

Pastor Paroki St Markus RD Marselinus Wahyu Dwi Harjanto memberikan pembekalan bagi para lektor dan calon lektor di aula, paroki, Minggu (21/1/2018)

SANMARDEPOK.COM, -Ada pemandangan berbeda di Ruang Serba Guna Paroki Santo Markus pada Minggu, 21 Januari 2018. Sekitar pukul 10.00 WIB, seusai perayaan Ekaristi kedua, sejumlah umat berkumpul dan bertatap muka.

Para lektor dan calon lektor mengikuti pembekalan

Sejumlah umat tersebut adalah 33 Lektor dan Calon Lektor baru Paroki Santo Markus yang sedang mengikuti pembekalan Lektor, meski yang telah mendaftar awalnya sekitar 50 orang.

Pada pertemuan pertama itu, para Lektor dan Calon Lektor menerima materi dari Romo Paroki Santo Markus, RD Marselinus Wahyu Dwi Harjanto.

Awalnya, Romo Wahyu sedikit terheran, pasalnya mayoritas Lektor Santo Markus adalah perempuan, sedangkan yang lelaki masih bisa dihitung jari.

Romo Wahyu kemudian mengajak para Lektor dan Calon Lektor, satu per satu untuk memperkenalkan diri, baik nama, lingkungan wilayah dan motivasi.

Disimpulkan, para Lektor dan Calon Lektor ingin melayani untuk menggunakan talenta yang telah Tuhan Yesus berikan dan menjadi perpanjangan lidah Tuhan, sampaikan kabar suka cita pada Umat Paroki Santo Markus.

Romo Wahyu kemudian menjelaskan awal mula adanya Lektor dan memberikan motivasi dalam melayani. Tapi tidak sampai situ saja, Romo Wahyu juga sekaligus melakukan pemilihan Ketua Lektor untuk periode tiga tahun ke depan. Pemilihan ini dilakukan dengan sistem voting dan dipilih secara sepakat oleh seluruh peserta pembekalan yang hadir.

Akhirnya terpilihlah Ketua Lektor Paroki Santo Markus yang baru, Agustina Sinta Poernami atau akrab disapa Sinta. Wanita berkacamata ini berasal dari Lingkungan Santa Bernadeth, Wilayah Santa Christina. Tanpa ragu, dia pun bersedia mengemban tugas tanggung jawab yang dipercayakan oleh rekan Lektor.

Lektor senior Maria Oentoe memiliki suara emas yang khas

Pada redaksi, Sinta berharap para Lektor dan Lektor baru kedepannya dapat betul-betul berkomitmen dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sinta juga mengimbau para Lektor mampu menerima risiko dalam melayani dan bertanggung jawab pada jadwal tugas, sehingga tiada lagi Lektor yang lupa memberi konfirmasi jika berhalangan hadir.

Tidak sampai situ, Sinta juga berharap dalam tiga tahun periode kepengurusannya, dia ingin mengadakan pertemuan rutin Lektor dan tidak dihadiri orang yang “itu-itu saja”. Wanita yang memiliki motto “melayani dengan rendah hati dan sungguh-sungguh” ini juga berharap Lektor Santo Markus dapat kompak dan guyub.

Ketua Lektor sebelumnya, Agnes Anggi Derry Kuswati dari Lingkungan Elisabeth, Wilayah Ignasius juga sempat berpesan pada ketua dan pengurus baru agar bersemangat dalam mengemban tanggung jawab yang batu. Wanita yang akrab disapa Anggi ini juga berpesan pada para Lektor untuk maksimal dalam melayani.

Menyimak pembekalan lektor

Bagi Anggi, panggilan menjadi seorang Lektor merupakan panggilan dari Tuhan. Sehingga ketika terpanggil dan terpilih menjadi Lektor, tak boleh melayani dengan setengah-setengah.

Pasalnya, bagi Anggi, menjadi Lektor merupakan pelayanan yang luar biasa, karena bisa menjadi perpanjangan lidah Tuhan.

Disadari bahwa manusia tak luput dari kesalahan dan dosa, tetapi Tuhan masih mau memanggil para Lektor sebagai sarana sampaikan kabar sukacita.

(Marthina Rosa Dwi Lestari/Wil St Ignatius)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*