Inspirasi Iman, Tuhan Itu Siapakah?

Metro Tempo.co
Illustrasi. Tuhan ibarat pemulung sampah yang memungut manusia dari lumpur dosa.

 

Metro Tempo.co
Illustrasi. Tuhan ibarat pemulung sampah yang memungut manusia dari lumpur dosa.

SANMARDEPOK.COM – Seorang Guru bertanya kepada Murid-Muridnya siapa itu Tuhan ?!?

Steven Ayahnya Hakim

menjawab : Tuhan itu adalah Hakim yang mengadili orang jahat

Albert yang Ayahnya seorang Dokter -.
Menjawab : Tuhan adalah dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit

Michael Papanya konglomerat-,
Menjawab : Bahwa Tuhan adalah yang bisa memberikan segalanya

Semua anak yang ditanya, jawabnya adalah perspektif mereka terhadap pekerjaan Bapaknya di dunia

Tibalah giliran Sarjo yang akan ditanya oleh Guru,

Guru tahu bahwa Sarjo tidak semapan teman temannya yang hidupnya serba kecukupan. Kepala Sarjo menunduk kebawah, tidak berani menatap Gurunya

Sang Guru lalu bertanya kepada Sarjo, siapakah Tuhan itu?!?

Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa Tuhan tu adalah seorang Pemulung.

Tiba-tiba kelas menjadi riuh dan ribut dengan jawaban Sarjo, bagaimana bisa Tuhan itu seperti ” Pemulung”

Lalu Guru pun bertanya, kenapa Sarjo bilang kalau Tuhan itu ” Pemulung” ?!?

Lalu Sarjo menjawab dengan menengadahkan mukanya, Sarjo berkata bahwa seorang pemulung memungut barang-barang yang tidak berguna dikumpulkannya dan dibersihkannya sehingga menjadi berguna

Bapak saya juga memungut saya dari jalanan dan membawa pulang ke rumahnya, saya diasuhnya, disekolahkan, dididiknya supaya kelak menjadi Orang yang berguna.

Jika Bapak saya tidak mengambil saya, entah jadi apa nasib saya sekarang dijalan Demikian juga Tuhan menjadi seperti seorang ” Pemulung ” yang memungut yang tidak berguna menjadi berguna

Semua hanya terdiam dan tanpa terasa sang guru meneteskan air mata. Lalu dipeluknya-nya Sarjo dengan erat sambil menangis terharu

Suasana kelas yang semula hening, mulai terdengar isakan tangis di semua kursi sampai sesenggukan. Tuhan sangat mengasihi kita, meskipun kita adalah barang rongsokan, buta secara rohani, penuh kesombongan, haus pujian,

Katahuilah bahwa kita hidup tetapi sebenarnya kita mati, tetapi hanya karena Belas Kasih-Nya kita tetap berharga dihadapan-Nya. Semoga bermanfaat

Berkah Dalem (Sumber media sosial/WA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*