Menanti OMK yang Guyup dan Disukai

Pertemuan BKSN OMK Santo Markus

SANMARDEPOK.COM – Gaung Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tidak hanya terasa di kalangan orang dewasa atau keluarga pada umumnya di lingkungan atau wilayah. Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St Markus Depok II Timur pun aktif dalam pendalaman kitab suci ala orang muda.

Itulah yang mereka lakukan Minggu (17/9/2017) lalu di rumah salah seorang OMK, Patricia Marlin Rombe, Lingkungan St Stefanus, Wilayah St Benediktus. Sekitar 20-an OMK hadir di rumah itu pada siang hari dan Pastor Vikaris RD Gregorius Agus Edi Cahyono pun hadir mendampingi mereka.

Dalam pertemuan ketiga kali ini topiknya Kebersamaan untuk Saling Berbagi yang bersumber dari Kisah Para Rasul 2:42-47). Pertemuan dipandu Sinyo, OMK dari Wilayah St Theresia dan dihadiri Ketua OMK St Markus, Ambrosius Dwiki.

Para OMK yang hadir dalam pertemuan ini berasal dari semua wilayah di Paroki St Markus, namun wilayah St Benediktus jumlahnya lebuh banyak. Mereka terlibat aktif dalam pembahasan kitab suci tersebut.

Dalam pembahasan itu, mereka sepakat dengan teladan yang ditunjukkan para Rasul Yesus dulu, yakni mereka rajin berkumpul, berdoa, dan saling berbagi. Para OMK pun diharapkan demikian, rajin berkumpul bersama dalam persaudaraan.

Salah satu rintangan yang dihadapi para orang muda masa kini, termasuk OMK untuk sering berkumpul adalah gadget. Para OMK setuju bahwa gadget telah mendekatkan yang jauh, tetapi di sisi lain, alat komunikasi canggih tersebut telah membuat yang dekat menjadi jauh.

Misalnya, ketika berkumpul di rumah atau Gereja, sering kali OMK hanya sibuk dengan dirinya sendiri, karena gadget tersebut. Kadang dengan gadget itu, orang lain di sekitar kita, teman, bahkan orangtua pun tak dipedulikan, karena sibuk sendiri.

Hal ini menjadi tantangan serius bagi orang muda kata Romo Greg, bagaimana agar alat canggih tersebut tidak berdampak negatif bagi hubungan persaudaraan dalam keluarga maupun dengan orang lain. Sebab itu, OMK harus berani berkimitmen agar alat komunikasi tersebut justru memberi manfaat positif bagi kebersamaan.

Komitmen untuk Tuhan kata Marcel Rombe Baan, orangtua yang hadir dalam pertemuan OMK itu, adalah suatu keharusan yang selalu diupayakan dan dibudayakan. Kesibukan selalu ada, pekerjaan selalu tidak habis, tetapi kalau ada komitmen untuk Tuhan, maka semua akan berjalan penuh sukacita, karena Roh Tuhan yang memberi dorongan melakukannya.

Adalah baik lanjutnya, jika selalu ada kebersamaan dari OMK untuk sering berkumpul. Tetapi, bukan sekedar berkumpul, melainkan seperti para Rasul yang berkumpul sambil memuji Allah, nereka berbagi.

Para Rasul itu sering berkumpul bahkan disebut tiap-tiap hari dalam Bait Allah sambil memuji Allah. Mereka memecahkan Roti dan makan bersama, dan mereka pun saling berbagi, sehingga tidak ada kekurangan di antara mereka.

Dan yang penting mereka menjadi berani, sehingga orang lain yang melihatnya takjub. Tentu tidak hanya keberanian para Rasul yang lebih penting, tetapi disebutkan mereka sisukai semua orang, karena perbuatan-perbuatan mereka yang berbuah baik.

Karena perbuatan mereka yang berbuah baik itu, jumlah mereka pun bertambah tiap-tiap hari. Nah, sekarang menjadi harapan bagi OMK di St Markus, semoga mereka pun disukai semua orang, karena perbuatan mereka sering berkumpul sambil memuji Allah, saling berbagi, saling menolong, dan tidak membeda-bedakan kelompok lain.

Kalau itu yang mereka lakukan, jumlah mereka yang bergabung dengan OMK, akan terus bertambah. Itulah inti dari tujuan pertemuan ketiga BKSN ala orang muda kali ini. Semoga. (Orang Muda Katolik Santo Markus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*