Agus Asmana Dorong Umat Paroki St Markus Aktif Berkoperasi

OMK Santo Markus bersama perwakilan AYD sedang berkunjung ke Koperasi CU Celesta

SANMARDEPOK.COM-  Selalu ada perkembangan yang menarik dalam dunia usaha. Mengapa bisa demikian? Salah satunya adalah insiatif pribadi atau kelompok untuk terus mau belajar dari lingkungan tempat tinggalnya.
Belajar tentang hal tertinggi yang bisa kita raih di masa depan. Kemungkinan-kemungkinannya seperti apa? Kerja ini kerja banyak orang, Bukankah Gereja Katolik dikenal sebagai raksasa yang sedang tidur nyenyak? Artinya kita tidak sungguh mengenal saudara kita dengan baik.
Apalagi mendalam dan sepenuhnya. Dan itu hanya bisa kita capai bila kita duduk diam bersama dalam ruang kelas ciptaan kita sendiri.Kita menciptakan dialog setelah debat berkepanjangan yang mungkin terjadi.
Berikut ini wawancara saya dengan Agus Asmana Panorama almarhum. Ia seorang tokoh umat di lingkungan Bertinus yang menaruh minat yang besar untuk Pengembangan Sosial-Ekonomi di bidang perkoperasian. Anehnya ia selalu mendukung Koperasi Kredit bahkan menjadi pengurus CU Sint Carolus tapi tidak memunyai sertifikat kursus dasar tentang CU.
Berikut wawancara imajinasi dengan Agus Asmana Panorama:
Frans Tantri Dharma (F): Sdr, Agus Asmana Panorama (A), Anda kami kenal sebagai penggerak koperasi di banyak tempat di Indonesia ini. Apakah yang mendorong Anda untuk aktif di bidang perkoperasian itu?
A: Saya lama bekerja di Lembaga Bina Swadaya yang bertempat di daerah Mekarsari, Cisalak, Depok itu. Di sana saya mengembangkan minat dalam ikut memberdayakan kelompok-kelompok margin, seperti pedagang kaki 5. Kami melakukan pelatihan-pelatihan seperti cara mengelola usaha yang baik, bekerja bersama dalam kelompok.

F: Seingat saya sudah beberapa kali Anda mengadakan pelatihan tentang usaha di Paroki ini. Bagaimana hasilnya? Apakah akan dimulai lagi?
A: Ya 19 tahun yang lalu kami menyelenggarakan Sarasehan Pengusaha Kecil bersama teman saya sdr Joko Witarko dari Griya Lembah Depok. Sayang, tidak lama sesudah itu ia meninggal dunia. Waktu itu ada 16 orang umat Paroki yang hadir. Berawal dari penjelasan tentang 3 hal yang membantu masalah usaha, kelompok kami bagi menjadi 2 dengan pertanyaan, apa yang membuat suatu usaha menjadi rugi. Saya yakin umat Paroki ini semakin menyadari pentingnya memiliki mental usahawan. Umat tidak lagi melulu ingin bekerja sebagai pegawai negeri atau karyawan. Otak bisnis perlu dibuka, bukan?

F: Bagaimana tentang Koperasi Kredit di Paroki ini yang Anda pun pernah melibatkan diri?
A: Oh, sangat bagus demi pengembangan sosial-ekonomi umat. Umat merasa dibantu dengan kehadiran CU, karena dapat menabung dan meminjam dengan mudah. Yang paling utama adalah kesanggupan CU untuk membuat anggotanya dapat saling bertemu dalam segala bentuk kegiatan ekonomi.
Saran saya agar CU Celesta dapat menempelkan laporan keuangan atau LKSB, sehingga umat dapat langsung membaca keadaan koperasinya yang maju itu. Bukankah informasi dapat meningkatkan komunikasi lebih luas lagi?

F: Apakah saran Saudara untuk umat di Paroki ini selanjutnya?
A: Sadar nilai solidaritas perlu selalu diperjuangkan terus-menerus sampai warga dapat menuangkannya dalam segala bentuk kerjasama usaha. Ada kesepakatan yang dibangun antara konsumen dan petani organik, misalnya untuk selalu mendapat sayuran yang bermutu dan tepat waktu.
Ada minuman kopi hasil kreativitas umat. Ada toko buku Paroki yang menjual buku-buku dan peralatan rohani. Misalnya kita tahu kebutuhan umat tetapi tidak bisa hadir di Gereja. Maka kita membantu membelikan. Nah yang paling utama ada kesempatan untuk mendirikan Kelompok Belajar UMKM. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktek. Istilah kerennya Learning by Doing. Mentalitas pengusaha harus ada, agar umat paroki ini dapat mandiri dalam keuangannya. Dengan demikian Paroki pun dapat menghidupi dirinya sendiri alias tidak ngamen ke mana-mana. Amin sih boleh……Siapkah Anda masuk dalam urusan tersebut?
Frans Tantri Dharma OFS, Umat Wilayah St FX Xaverius mantan pengurus Koperasi CU Lestari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*