Meningkatkan Sinergritas Ormas dan Organisasi Keagamaan

SANMARDEPOK.COM- Awal Agustus, Pemda Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat menggelar seminar bertajuk Peningkatan Sinergritas Ormas 2017 di Kinasih Caringin, Jawa Barat. Kegiatan diadakan dalam upaya meningkatkan fungsi organisasi masyarakat terutama di Kecamatan Sukmajaya sebagai sarana penyalur aspirasi anggota dan sarana komunikasi sosial timbal balik antar anggota, atau antar sesama organisasi masyrakat dengan pemerintah.
Melalui kegiatan ini diharapkan organisasi masyarakat dapat menjadi penyambung aspirasi masyrakat kepada Pemerintah. Selain itu anggota ormas diharapkan bisa menjadi agen perubahan, sekecil apapun dalam lingkungannya, baik di tingkat RT/RW.
Peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut berjumlah 101 orang dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan di sekitar kecamatan Sukmajaya. Gregorius Budi Rooseno Putro dan Andreas David PB dari Paroki St Markus Depok II Timur, hadir dalam pertemuan ini
Kegiatan dibuka dengan doa bersama oleh salah satu peserta, dilanjutkan sambutan dan pembukaan resmi oleh Drs Taufan Abdul Fataf, MH, Camat Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, yang menekankan perlunya membangun serta meningkatkan sinergitas ormas dan Pemerintah Daerah serta stakeholder dan masyarakat lainnya.
Sesi pertama ini dibawakan H Dadang Wihana, M.Si, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok. Dalam sesi pertama ini dijelaskan secara rinci mengenai definisi Organisasi Masyarakat (Ormas). Secara teori Ormas adalah Perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat baik, yang berbadan hukum, maupun tidak berbadan hukum, yang secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, tujuan dan agama, berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
Dalam sesi pertama ini juga dibahas tentang ketentuan yang mengatur tentang ormas yang tertuang dalam UUD 1945, juga dalam UU No 17 Tahun 2013 tentang ormas. Selain itu juga dibahas pula Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
Sesi selanjutnya dibawakan oleh Mas Ruri, seorang motivator dari warga Kecamatan Sukmajaya, dengan moderator Antoni Sarumaha. Dalam sesi kedua ini beliau mengatakan, “Sebagai salah anggota Organisasi Masyarakat, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam lingkungan masyarakat dari lingkup paling kecil (RT/RW), hingga ke paling besar atau Negara.” Sekecil apa pun perubahan yang dilakukan oleh warga, sangat berarti bagi lingkungan sekitar. Diharapkan pula masyarakat mampu memberantas narkoba dari lingkungan kita.
Di tengah sesi kedua ini peserta diajak bermain simulasi komunikasi antar anggota organisasi masyarakat hingga ke ketua organisasi masyarakat sendiri, meski banyak peserta gagal dalam permainan, karena kurang lancarnya komunikasi antar pemain. Sesi kedua ditutup dengan foto bersama Pak Camat, narasumber, dan seluruh peserta.
Seusai istirahat, makan siang & sholat jumat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi ketiga oleh M Nurhasan, mewakili MUI Kecamatan yang bicara tentang agama dan Pancasila dilanjutkan tanya jawab, hingga selesai kegiatan dan acara berakhir. (Andreas David PB, OMK Paroki St Markus Depok II Timur)
Dari kiri ke kanan, Selamat, SH Kasie Pemerintahan dan Trantib Drs Taufan Abdul Fataf MH, Camat Sukmajaya H. Dadang Wihana, M.Si, Kepala Kesbangpol Depok, dan Mas Ruri Motivator ESQ 165.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*